Halo para pembaca!
Di postingan kali ini, aku ingin membahas salah satu anime yang baru saja selesai kutonton sampai tamat, yaitu Boku no Hero Academia atau My Hero Academia. Final season dari anime ini mulai dirilis pada Oktober 2025 dan menjadi salah satu anime yang membekas bagiku. Anime ini pertama kali kutonton saat aku masih kuliah (mungkin sekitar tahun 2017 atau 2018) karena ada salah satu teman sekelas yang merekomendasikan anime ini. Pada saat itu, aku cukup ketagihan menonton My Hero Academia, tetapi sempat berhenti di season 4 akhir (school festival arc) karena tensi ceritanya yang sedang turun sehingga kurang menarik bagiku. Aku tidak melanjutkan menonton anime ini lagi sampai di November tahun lalu mendapatkan informasi bahwa My Hero Academia sudah sampai di final season. Karena penasaran dengan akhir ceritanya, akhirnya aku mulai maraton melanjutkan menonton dari school festival arc season 4 sampai selesai, haha.
My Hero Academia menceritakan perjalanan seorang remaja bernama Izuku Midoriya (Deku) yang ingin menjadi pahlawan (hero) terhebat. Kisah ini berlatarkan zaman ketika lebih dari 80% populasi manusia memiliki kemampuan khusus yang disebut "quirk" (contoh: mengendalikan air, membuat benda menjadi melayang, dll). Dengan adanya quirk, ada orang-orang yang menyalahgunakannya untuk bertindak kriminal. Akibatnya, muncullah profesi pahlawan atau 'hero', profesi yang menertibkan dan melindungi masyarakat dengan memanfaatkan quirk. Deku yang quirkless (tidak memiliki quirk) mendapatkan quirk warisan dari All Might, pahlawan nomor 1 di Jepang. Walau begitu, Deku perlu berjuang jauh lebih keras dibanding orang lain untuk bisa mengendalikan dan memanfaatkan quirk warisan tersebut (One for All atau OFA) agar bisa menjadi pahlawan terhebat.
Sejujurnya, aku tidak bisa membandingkan sebagus apa anime ini dengan anime-anime lainnya, dan tidak bisa mengatakan juga bahwa ini adalah anime terbaik karena memang aku sudah jarang sekali menonton anime. Walau begitu, aku bisa mengatakan bahwa aku sangat takjub, puas, menikmati, dan tidak menyesal untuk menamatkan anime ini. Nah, di postingan kali ini, aku bukan akan membuat ringkasan cerita dari My Hero Academia, melainkan akan sedikit berbagi tentang hal-hal yang membuatku jatuh cinta dengan My Hero Academia, khususnya di final season ini.
Sebelumnya, kalian yang sudah menonton anime ini mungkin sudah sering mendengar komentar orang-orang bahwa Deku adalah gambaran tokoh utama yang benar-benar menunjukkan from zero to hero. Sebelum berhasil menerima quirk warisan (OFA) dari All Might, Deku harus berlatih fisik dengan keras agar tubuhnya cocok menerima quirk tersebut; belajar mengendalikan kekuatan yang dikeluarkan; dan tidak punya privilege dari orangtuanya (bukan dari keluarga hebat ataupun berbakat). Ya, karakter Deku sang tokoh utama adalah salah satu yang aku suka dari anime ini.
![]() |
| Deku (season 1) saat pertama kali dilatih All Might untuk mempersiapkan tubuhnya sebagai "wadah" OFA |
![]() |
| Deku mendapatkan pengumuman bahwa dirinya lulus ujian masuk U.A. Academy |
Deku sebagai pewaris OFA generasi ke-9 yang (akhirnya) berhasil mengalahkan AFO bukanlah remaja yang sejak awal berbakat ataupun memiliki kemampuan bertarung yang sangat hebat. Deku berproses dari seorang yang quirkless hingga menjadi orang yang mampu mengalahkan villain terbesar (dengan bantuan hero-hero lain tentunya). Sebelum mendapat OFA, Deku yang quirkless sudah terbiasa untuk menganalisis quirk milik pro hero maupun orang-orang yang dikenalnya (dan sampai punya buku catatan sendiri yang berjilid-jilid tentang ini!). Karena sudah terbiasa menganalisis, maka ketika ia diwariskan OFA, Deku bisa punya banyak cara kreatif untuk memanfaatkan quirk-nya (dan ini juga berproses). Dari sosok Deku, aku belajar bahwa dalam keadaan paling terpuruk pun (quirkless), sebenarnya kita masih bisa melakukan hal-hal untuk mengembangkan potensi dalam diri kita. Karakter Deku mengajarkan banyak hal tentang kerja keras, kebaikan hati, kreativitas, keseriusan terhadap sesuatu yang disukai, dan tidak mudah menyerah. Deku bisa menjadi sosok main character yang bisa 'mengalahkan' AFO dan Shigaraki di akhir karena melewati proses yang panjang dengan usaha yang luar biasa keras.
"I have to work harder than anyone else to make it! I'll never catch up otherwise..." -Deku
![]() |
| Deku (final season) saat berhadapan dengan Shigaraki (AFO) bersama teman-teman sekelas dan hero lainnya |
Hal lainnya yang aku suka dari My Hero Academia adalah Sang final boss villain, All For One dan Shigaraki, berhasil dikalahkan karena kerja sama dari banyak orang. Orang terakhir yang menumbangkan AFO adalah Bakugo (Kacchan), teman masa kecil Deku yang dikenal sebagai remaja berbakat dengan kemampuan quirk yang luar biasa. Walau begitu, AFO berhasil 'dikalahkan' oleh Kacchan karena sebelumnya AFO sudah berhadapan dengan Endeavor (pahlawan nomor 1) dan Hawks (pahlawan nomor 2) yang dibantu dengan Tokoyami, Jiro, dan para hero lainnya. Sementara itu, Shigaraki direncanakan untuk bisa dikalahkan oleh Deku dalam duel satu lawan satu setelah sebelumnya sudah berhadapan dengan pro hero lainnya. Ekspektasiku, momen terakhir Shigaraki (dan AFO yang bangkit kembali dalam tubuh Shigaraki) pasti dikalahkan oleh Deku seorang. Tapi ternyata, itu tidak terjadi. Di momen Deku akhirnya berhasil sampai di hadapan Shigaraki dan melayangkan pukulan terakhirnya, Deku dibantu dengan teman-teman kelas A dan para pro hero. Momen ini menggambarkan bahwa kerja sama itu penting, dan sekecil apapun peran kita untuk membantu 'sang tokoh utama', bantuan itu selalu berarti dan memiliki pengaruh.
![]() |
| Kelas A 'membuka jalan' untuk Deku menuju AFO |
Hal lainnya yang menarik perhatianku dari final season ini adalah opening song-nya. Saat aku pertama kali melihat opening song My Hero Academia final season (sebelum akhirnya menonton episode 1 dari final season), aku bertanya-tanya tentang beberapa scene. Ya, ada beberapa scene yang memperlihatkan sejumlah karakter yang tidak kukenal sampai aku bertanya-tanya, siapa sebenarnya dia? Apa peran pentingnya untuk pertarungan di final season ini? Inilah beberapa scene yang aku maksud:
Dannn saat aku akhirnya menonton episode pertama dari final season, wah, aku takjub! Ternyata, karakter-karakter tersebut adalah karakter yang benar-benar bukan siapa-siapa. Pro hero? Bukan. Anggota keluarga dari salah satu murid kelas A? Bukan. Orang-orang yang punya pengalaman pribadi pernah diselamatkan oleh Deku ataupun karakter utama lainnya? Bukan juga. Bahkan, karakter pada scene tangan di awal itu bukan karakter yang sedang berada di Jepang dan tidak merasakan efek langsung dari Shigaraki dan AFO.
Dari sini, aku mencoba membayangkan bagaimana perasaan dan pemikiran tim animasi yang membuat scene untuk opening ini. Bagaimana bisa terpikir untuk menyelipkan karakter 'random' yang bahkan mungkin tidak diberi nama ini? Karakter yang bukan siapa-siapa ini bisa-bisanya muncul di opening final season My Hero Academia yang bahkan Kacchan (yang termasuk bagian dari main character) juga gak muncul di opening versi 1 nya?! WAH! Dari hal ini aku mengambil hikmah bahwa orang yang bukan siapa-siapa pun bisa memiliki screen time-nya sendiri. Se-biasa-biasa ajanya kamu, se-bukan siapa-siapanya kamu, apa yang kamu pikirkan maupun lakukan tetap memiliki efek. Karakter-karakter yang bukan siapa-siapa itu adalah karakter yang berharap All Might menang melawan AFO walaupun ia berada jauh dari Jepang dan tidak terkena efek dari pertarungan tersebut; mereka karakter yang melihat pertarungan Deku vs Shigaraki dan berteriak "ganbare!" untuk Deku; mereka karakter yang tersenyum dan mengucapkan "terima kasih" kepada para hero setelah berhasil mengalahkan AFO dan Shigaraki. Mereka mungkin bukan siapa-siapa bagi para penonton, tapi mereka pasti karakter-karakter yang berharga bagi karakter lain di sekeliling mereka. Dan, hal kecil yang mereka lakukan sesederhana mengucapkan semangat kepada hero yang sedang bertarung bukanlah hal yang sia-sia.
Oke, hal terakhir yang akan kubahas di postingan kali ini tentang hal yang kusuka dari My Hero Academia final season ini adalah:
"If everyone... If all of us... are even a little bit capable of seeing each other as united as one, then... I see a future where Heroes have time to kill. One so bright, we can't help but grin". -Hawks
Bagiku, kata-kata Hawks di atas adalah hal yang paling mengena di hatiku. Dari awal, Shigaraki atau Tenko 'ditarik' ke sisi AFO karena dia tidak menemukan orang yang mau mengulurkan tangan untuknya. Keluarganya menentang impiannya yang ingin menjadi hero, kakak perempuannya 'berkhianat' dan bermuka dua di hadapannya dan keluarga, anjing kesayangan yang selalu berada di sisinya harus 'hancur' karena tangannya sendiri (karena quirk-nya yang baru saja aktif), dan seluruh anggota keluarganya akhirnya terbunuh akibat quirk-nya yang tidak terkendali. Di situasi terpuruk yang tidak memahami apapun dan tidak punya siapapun, seorang nenek yang ia temui di jalan mengurungkan niat untuk menolongnya setelah melihat raut wajah Shigaraki. Dan pada akhirnya, tidak ada satu hero pun yang merangkulnya. Jika saja Hana (kakak Shigaraki) tidak mengkambinghitamkan Shigaraki, jika saja ayah dan ibunya mau mendengarkan Shigaraki tentang impiannya, jika saja nenek yang ia temui di jalan mau merangkulnya. Jika saja mereka semua lebih peduli sedikit saja pada Shigaraki, mungkin ia tidak akan pernah jatuh ke pangkuan AFO dan kekacauan ini tidak akan pernah terjadi.
Dari setiap kejadian yang ada di My Hero Academia, aku rasa semuanya berujung pada kepedulian seperti yang disampaikan oleh Hawks. Jika setiap orang mau memikirkan orang lain, mau peduli dengan orang lain walau sedikit saja, dunia ini mungkin akan menjadi sedikit lebih baik. Siapapun kamu, dan kepada siapapun yang kamu temui. Kepedulian yang kamu berikan ataupun lakukan mungkin kecil dan tidak bermakna apapun untukmu, tapi bisa jadi itu sangat berarti untuk orang lain yang kamu berikan kepedulian itu. Dengan kepedulian, kita mungkin bisa menyelamatkan hidup seseorang. Wah, favorit banget pokoknya kalimat Hawks yang satu ini! :')
Jadi, begitulah teman-teman beberapa alasanku sangat menyukai My Hero Academia. My Hero Academia mungkin tidak mendapat predikat sebagai anime terbaik, tapi bagiku anime ini menjadi salah satu anime terbaik dan sangat membekas di hati. Oke, segitu saja postingan kali ini ya teman-teman, terima kasih sudah membaca :)








