Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 April 2023

Menilik "Sepasang Sepatu Tua" Karya Sapardi Djoko Damono

Sepasang Sepatu Tua
(karya Sapardi Djoko Damono)

Sepasang sepatu tua tergeletak di sudut sebuah gudang, berdebu

Yang kiri terkenang akan aspal meleleh, yang kanan teringat jalan berlumpur sehabis hujan --keduanya telah jatuh cinta kepada sepasang telapak kaki itu

Yang kiri menerka mungkin besok mereka dibawa ke tempat sampah dibakar bersama seberkas surat cinta, yang kanan mengira mungkin besok mereka diangkat truk sampah itu dibuang dan dibiarkan membusuk bersama makanan sisa

Sepasang sepatu tua saling membisikkan sesuatu yang hanya bisa mereka pahami berdua

(1973)

---

Rabu, 02 Desember 2020

Di Sudut Ruang

Gelapku malam ini ditemani rintik hujan yang syahdu
Butiran air mengaburkan panorama di balik jendela
Di sisiku, secangkir teh memeluk hangat ragaku
Mataku menatap sebuah bingkai usang, namun begitu bernilai
Aku mencari sesuatu, tersadar di kemudian
Ah, mungkin kebersamaan kita terlalu berharga untuk diabadikan dalam foto

D.S.K.
Tangerang Selatan, 27 November 2020
23:38 WIB

Jumat, 13 November 2020

Mukidin

Melihat kursi tua itu, Mukidin
Terbayang sosokmu bersama daun berguguran
Duduk tenang menatapnya jatuh
Dulu

Menatap langit biru, Mukidin
Teringat melodimu bersahutan dengan angin
Telunjukmu mengarah awan besar itu
Dulu

Menutup mataku, Mukidin
Terputar cerita tentang kita
Berlarian menyusuri barisan ilalang
Dulu

Hanya mendengar namamu disebutkan, Mukidin
Wajahku dengan tulusnya tersenyum
Dengan sederhananya berbunga
Sekarang

DSK, 2020

Selasa, 22 September 2020

Gerakan Semu

“Aku ingin melihat matahari”
Kalau begitu, keluarlah
Sebentar, di sini sejuk
Udara nyaman memanjakan
Terlindungi dari noda kotor kehidupan
 
“Aku suka di sini”
Permadani mewah penuh kelembutan
Lampu cantik terang benderang
Tertidur dengan tenang
Memipikan segala harapan

Jumat, 12 Juni 2020

Diawasi Bayang

Setiap aku
Ingin tersenyum
Teringat
Raut wajahmu
Penuh luka
Akhirnya
Aku bungkam
Memenjarakan
Demi menjagamu

(DSK, Juni 2020)

Sabtu, 28 November 2015

Aku >< Kau

Kuketik sebuah kata
Kau tekan tombol backspace
Kugoreskan pena
Kau robek kertasnya
Kumenoleh ke belakang
Kau menunduk dan menghindar
Kusimpan dalam bingkai
Kau buang dalam dalam
Kusapa dengan lembut
Kau bentak dan berpaling

Tak apa
Jika aku adalah mawarmu, buatlah aku merasakan duriku sendiri
Namun
Jika aku bukanlah mutiaramu
Jangan buat aku merasakan sakit yang dirasakan kerang

(November 2015)

Rabu, 29 Juli 2015

Malam, Akhir Juliku

Gelapnya malam merasuki rumahku
Sunyinya angin menghembus gorden biru
Rindunya daun menutup mataku yang sayu
"Ngiing," nyamuk-nyamuk membuka mataku
"Srek srek," pulpen masih menari di atas buku
.............
Kesendirian inilah duniaku
Kemudian...
"Teng tong teng,"
Kuintip pesan via ponsel dari kamu-kamu
Pulpenku terhenti, masih di atas buku
Langit itu memisahkan kamu-kamu dan aku
Tapi lewat ponsel ini kita menyeru
Akhirnya terlukis senyum di wajahku
Dan tersadar, pada kalian aku telah rindu...

(Juli 2015)

Rabu, 11 Februari 2015

Do'aku Di Ujung Penghayatanku

Tetes demi tetes keringat berjatuhan
Hembusan nafas semakin melemah
Tubuh rentahnya seakan sudah tidak kuat
Menahan beratnya beban hidup ini

Langkah demi langkah telah terlewati
Rumah demi rumah telah dilewati
Puluhan... Ratusan pintu telah diketuknya
Mengharap belas kasihan dari pembuka pintu
Demi sesuap nasi diharapkannya

Ya Allah SWT
Berikanlah rizky kepadaku
Hanya kepadaMu aku mengadu
Demi terus berlangsungnya hidupku di jalan-Mu

Sabtu, 18 Oktober 2014

Oktober Ajarkan Aku

Satu
Pagi itu cerah
Langit sedang bergembira
Menyambut kibaran berndera

Empat
Lembar kertas putih suci
Warna kelabu pensil
Menyatu saling menghiasi

Kamis, 11 September 2014

Pelangi Rapuh

Merah tak seberani api yang berkobar
Jingga tak seterang matahari yang bersinar
Kuning tak secerah bunga Tithonia yang mekar
Hijau tak setenang daun yang jatuh
Biru tak seluas samudra yang utuh
Ungu tak semegah istana yang angkuh

Merah juga takut
Jingga juga gelap
Kuning juga mendung
Hijau juga bisa bergejolak
Biru juga bisa menyempit
Ungu juga bisa berdebu

Putih menjadi kertas
Hitam menjadi kuas
Abu lahir menetas

Salahkah jika merah ingin menjadi pink?
Salahkah jika jingga ingin menjadi coklat?
Salahkah kuning jika ingin menjadi mendung?
Salahkah hijau jika ingin menjadi penggejolak?
Salahkah biru jika ia tak mampu seluas lautan?
Salahkah ungu jika ia tak mampu semegah istana?

Aku bukan emas yang kaya
Aku bukan perak yang mahal
Aku bukan pelangi yang selalu tersenyum
Aku adalah pelangi yang bisa rapuh

Sabtu, 30 Agustus 2014

Genggamanmu

Genggam itu hangat
Genggam itu perekat
Genggam itu jabat erat
Genggam itu bersahabat

Genggam menyimpan harapan
Genggam memulai perkenalan
Genggam menyatukan dua insan
Genggam itu "aku akan ada di sini, bersamamu"

Sabtu, 23 Agustus 2014

Dilema Si Hati Kecil

Wahai Sang Pemilik Hati
Beritahu aku, sebenarnya apa yang kurasa ini?
Apa benar ini rasa manusiawi?
Apa benar ini rasa yang katanya suci?

Wahai Sang Penjaga Hati
Bagaimana jika yang suci ini ternodai?
Bagaimana jika khawatir ini terus menghantui?
Bagaimana menjaga agar ini tetap suci?

Jumat, 22 Agustus 2014

Pelangi

Hei, pelangi...
Ingatkah kau tentang pertemuan kita pertama dulu?
Ingatkah kau, hujan yang mengawali pertemuan kita itu?
Ingatkah kau, matahari yang membuatku sadar bahwa kau ada?

Hei, pelangi...
Kau lihat awan mendung yang ada di sana?
Kau tau apa makna dari awan mendung itu?
Ya, waktunya kau untuk pergi...

#Merah
Kau mengajarkanku keberanian
Keberanian untuk menyampaikan apa yang aku pikirkan
Keberanian untuk terus melihat ke depan

Selasa, 27 Mei 2014

Melodi Sunyi

Tatapan mata ungu
Geraian rambut yang layu
Kerlap-kerlip anting yang kaku
Getaran bibir kelabu

Dentangan lonceng jam dua belas
Terbaca, garis merah pemisah
Pijakan kaki pun beranjak
Bayang tetap setia mengekor raga

Tak terlihat mata ini bergelinang?
Tak terpikir logika ini berangan?
Tak tersampaikan, bukan?
Biar angin saja yang membawanya terbang

Kamis, 19 Desember 2013

Putaran Hari, Belaian Bulan, Hembusan Tahun (Desember)

Desember 2012
Tak akan terhapus dari memoriku
1 dari 1000 kenangan bersama kalian
Di saat aku menjadi saksi
Atas kesungguhan hati 3 insan
Sebuah kekuatan untuk kesuksesan
Mungkin inilah titik awal
Takdirku bersama kalian...

Sabtu, 09 November 2013

Tinggal Mimpi

Ketika matahari mulai tenggelam
Kurebahkan raga ini dalam kelembutan
Helaan napas berhembus tenang
Lelahku mulai memudar

Ketika bulan mulai berbagi cahayanya
Pikirku mulai terbang ke awan
Mataku mulai terpejam
Aku tertarik dalam sebuah kehangatan

Cahaya

Hmm, sekarang mau nge-post puisi yang dibuat waktu kelas X :D hehe. Dulu tuh dikasih tugas sama Bu Tanti untuk bikin puisi, daaan, ini puisinyaa, akan saya share :D

Seberkas cahaya di langit luas
Memancarkan kehangatan hingga ke bumi
Menemani hari-hariku
Mencerahkan indahnya pagi

Namun kegelapan menghampiri
Membelenggu cahaya itu
Mengunci kehangatannya
Menyelubungi cerahnya pagi

Sabtu, 02 November 2013

Rendezvous

Kamu cantik,
Ucap padang golf pada bunga rumput
yang berayun diasuh angin
Bunga rumput itu pun tertunduk
Dikenangnya padian sayur mayur dan lengkuh kerbau
yang bergegas pergi sebelum tiba pagi

Kamu menawan,
bisik padang golf sambil mengedipkan sebelah matanya
Bunga rumput itu pun tersipu
menatap jauhan mencari pedoman kepastian-kepastian
Dipandangnya padang golf
yang tersenyum sendu memainkan rambutnya

Kamu keajaiban,
desah padang golf sambil menghunjamkan binar matanya
Bunga rumput itu pun terisak
Kamu sombong, rungutnya,
kamu usir keluarga dan sahabat-sahabatku
kamu usik ketentraman kami

Tapi aku benci padi,
aku benci sayuran,
aku benci pematang,
aku benci bau pupuk,
aku benci...

Kamu pendengki!
Kamu benci semua hal...

Tidak!
Jawab padang golf sambil menggenggam jemari bunga rumput
Aku cinta padamu!

Karya: Agus R. Sarjono (1991)

Yeaaay, ini adalah salah satu puisi yang dimusikalisasikan kelompok saya pas kelas X sama Bu Tanti :D Kata Bu Tanti, Rendezvous itu artinya "pertemuan kembali". Makna puisi ini saya lupa -__-" pernah dikasih tau sama Bu Tanti tapi saya gak inget wkwkwk. Saya nge-post puisi ini ya karna suka aja sama bahasanya :3 huehehe

Minggu, 03 Februari 2013

"Andai Hari Ini Aku Dimakamkan"

Assalamu'alaikum.
Teman-teman, kali ini saya mau berbagi puisi karya seorang wartawan senior di panggung musik yang bernama Remy Soetansyah (almarhum).  Bang Remy, sapaan wartawan muda kepadanya telah meninggal dunia pada tanggal 30 Oktober 2012 karena serangan stroke. Almarhum meninggal dalam usia 53 tahun, salah satu kehliannya adalah menulis puisi. Dan saya menemukan puisi beliau yang sangat menyentuh dan patut jadi renungan untuk kita semua, judulnya "Andai Hari Ini Aku Dimakamkan". Selamat membaca.. :)

Kamis, 22 November 2012

Menunggu

Ketika menunggu hanya sebatas menunggu
Ketika menunggu hanyalah diam membisu
Ketika menunggu hanyalah kaku membeku
Ketika menunggu...

Ketika menunggu hanyalah membuang waktu
Ketika menunggu hanyalah sebuah kesia-siaan
Ketika menunggu hanyalah melihat ke arah jam
Tanpa tau apa yang sedang ditunggu