Sabtu, 12 Maret 2011

Arti Q.S Luqman ayat 12-17

“(Luqman berkata): Hai anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya(membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat, dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”
(Q. S. Luqman : 16-17)

Salah satu Ujian Praktek hafalan Al-Qur’an di InHar yaitu surat Luqman ayat 12-17 ditambah arti. Oleh karena itu, saya membuka Al-Qur’an terjemahan saya dan membaca ayat tersebut, kemudian membaca artinya. Saat membaca arti dari ayat-ayat surat Luqman tersebut, hati saya terasa bergetar. Subhanallah... Ternyata Allah benar-benar memuliakan kedua orang tua yang telah membesarkan kita, terutama ibu. Di dalam surat Luqman ayat 14 dan 15, Allah SWT menjelaskan bahwa kita harus bersyukur kepada orang tua dan kepada Allah karena orang tua kita, terutama ibu yang telah mengandung kita selama 9 bulan dengan merasakan rasa sakit yang sangat berat. Kemudian di ayat 15, Allah menjelaskan bahwa kita harus tetap berbuat kebaikan kepada orang tua kita sekalipun orang tua kita menyekutukan Allah. Namun, kita tidak boleh ikut menyekutukan Allah sekalipun dipaksa orang tua kita.
Selanjutnya, di ayat 16 dan 17 saya benar-benar mendapat pelajaran dari ayat tersebut. Dari ayat 16, saya mendapat kesimpulan bahwa setiap perbuatan sekecil apapun pasti Allah SWT mengetahuinya dan akan memberikan balasannya. Untuk itu, kita tidak boleh meremehkan dosa-dosa kecil. Dosa yang biasa dilakukan pelajar adalah menyontek. Walaupun itu hanya sekedar menyontek saat ulangan harian, Allah SWT pasti akan memberikan balasan dari perbuatan tersebut. Walaupun dosa yang dilakukan itu dosa kecil, namun jika terus dilakukan maka semakin lama akan menjadi dosa yang besar, apalagi jika dari kecil sudah menyontek, kemudian saat sudah dewasa korupsi. Astaghfirullah... Jadi karena itulah di InHar guru-guru selalu mengingatkan siswa-siswi untuk tidak menyontek, walaupun hanya menyonyek PR.
Lalu di ayat 17 dari surat Luqman, Allah menyuruh kita untuk mendirikan sholat, menyuruh ‘manusia’ berbuat baik, dan mencegah ‘manusia’ dari perbuatan mungkar. “Manusia” berarti semua orang yang terlahir di dunia ini. Itu berarti, kita harus saling mengingatkan satu sama lain untuk berbuat kebaikan kepada sesama dan mencegah melakukan perbuatan yang dilarang Allah. Bukan hanya di InHar, tetapi dimana pun kita berada. Saya berpikir, jadi karena itulah InHar melarang siswa-siswinya makan sambil berdiri, melarang buang sampah sembarangan, melarang bersentuhan dengan yang bukan muhrim, menyuruh siswa-siswi tadarus dan sholat Dhuha, menyuruh untuk terus dalam keadaan yang suci (selalu punya wudhu), melarang pacaran, dan peraturan-peraturan lainnya di InHar. Ternyata InHar menerapkan peraturan-peraturan untuk siswa-siswinya tidak sembarangan. Dan semua itu didasarkan pada Al-Qur’an, salah satunya di surat Luqman ini. Dan Allah berfirman di ayat 17 Surat Luqman :
“... sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)”
Berarti Allah memang mewajibkan kepada setiap manusia untuk saling mengingatkan satu sama lain untuk mendirikan sholat, melakukan kebaikan, serta mencegah perbuatan mungkar.
Dari surat Luqman ini saya banyak mendapat pelajaran, yaitu:
1. Walaupun sudah lulus dari InHar nanti (amiin), kita harus tetap mencerminkan diri seorang muslim. Jadi jangan menaati peraturan di InHar hanya karena semata-mata itu peraturan di sekolah. Namun kita harus sadar bahwa semua peraturan itu akan menjadikan kita seorang muslim yang baik. Sehingga kita akan terus mentaati peraturan itu walaupun tidak bersekolah di InHar nanti.
2. Jika sudah lulus dari InHar nanti, janganlah menurunkan ibadah kita. Misalnya, saat di InHar, setiap pagi kita selalu membaca Al-Qur’an, sholat Dhuha, sholat fardhu berjamaah, dan menghafal Al-Qur’an. Kemudian saat sudah masuk ke SMA nanti, jangan malah menjadi jarang baca Qur’an dan jarang sholat. Malah kita harus meningkatkan ibadah kita.
3. Selalu menghormati kedua orang tua kita, karena merekalah yang telah membesarkan kita hingga menjadi sekarang ini.
4. Jangan meremehkan dosa-dosa yang kelihatannya kecil, karena dosa-dosa kecil bisa menumpuk kemudian menjadi dosa yang besar.

Hal-hal itulah yang saya pelajari dari Q.S Luqman ayat 12-17 ini. Saya sangat bersyukur bisa bersekolah di sekolah Islam seperti di SMP IT Insan Harapan. Karena sekolah di InHar lah kini sekarang saya memiliki impian untuk menjadi Penghafal Qur’an dan karena ikut ekskul Tahfidz di InHar, hafalan saya yang tadinya baru sampai Ad Dhuha kini sudah sampai ke surat Al Muddatsir. Kemudian, karena sekolah di InHar juga, sekarang saya terbiasa makan dan minum sambil duduk, baik di InHar maupun di rumah. Berbeda ketika saya masih SD yang sering makan dan minum sambil jalan dengan santainya.
Banyak pelajaran yang saya dapatkan setelah bersekolah di InHar. Dan tidak terasa kini sudah hampir 3 tahun saya berada di InHar. Tidak akan saya lupakan semua pendidikan Islam yang saya dapatkan di InHar. Terima Kasih banyak INHAR.... :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar